Rokemendasi Menjadi Blogger Kaya:

Saturday, September 6, 2008

Bagaimana Tubuh Kita “Menahan” Serangan Luar?

Oleh: Arda Dinata
Email:
arda.dinata@gmail.com

TAHUKAH temen-temen, kalau dalam tubuh kita ini terdapat cara-cara perlindungan dari berbagai penyakit yang mengagumkan? Itulah sistem kekebalan tubuh. Ia dirancang untuk melindungi dan melawan jutaan bibit penyakit, seperti bakteri, mikroba, virus dan parasit yang mencoba masuk ke tubuh. Tahukah kamu bagaimana sebenarnya tubuh kita menahan serangan luar itu?

Selama daya tahan tubuh temen-temen bekerja, maka walaupun tubuh kita diserang oleh bakteri, mikroba, parasit, maka tak ada satupun dari mereka yang dapat masuk ke tubuh. Sebaliknya, saat sistem kekebalan ini berhenti, maka pintu pun terbuka lebar. Ketika orang meninggal, hanya dibutuhkan beberapa minggu bagi mereka untuk melepaskan kekuatan daya tahan (kekebalan) orang itu, hingga hanya tersisa kerangka. Sungguh sistem kekebalan kita melakukan sesuatu yang mengagumkan untuk menjaga dan melindungi semuanya dari apa yang terjadi selama kita hidup.

Sistem kekebalan tubuh kita ini bekerja dengan ribuan cara yang berbeda. Satu hal yang mesti temen-temen waspadai adalah ketika sistem kekebalan kita mengalami kegagalan karena suatu sebab. Hal ini, dapat temen-temen ketahui ketika terjadi suatu efek samping yang dapat dilihat atau dirasakan. Sebagai contoh adalah ketika kita mendapatkan luka, semua jenis bakteri dan virus memasuki tubuh kita melalui luka di kulit. Ketika kulit kita terbelah (karena kayu, misalnya) maka kita juga mendapatkan potongan kayu sebagai benda asing yang memasuki badan kita. Sistem kekebalan kita memberi tanggapan dan mengeliminasi para penyusup ketika kulit menyembuhkan dirinya sendiri dan menutup lukanya.

Dalam kasus yang jarang terjadi, sistem kekebalan kehilangan sesuatu dan luka menjadi terinfeksi. Kemudian terjadi peradangan dan terkadang luka tersebut bernanah. Peradangan dan nanah adalah efek samping dari tidak bekerjanya sistem kekebalan tubuh kita. Begitu juga ketika seekor nyamuk menggigit temen-temen, maka kulit bekas gigitan nyamuk akan menjadi merah, menjadi bengkak dan gatal. Itu juga menunjukkan sistem kekebalan tubuh kita sedang bekerja.

Di sini, kalau temen-temen perhatikan lebih jauh tentang sistem kekebalan tubuh itu, maka ada beberapa jalan yang menyebabkan seseorang menjadi sakit. Bisa melalui kerusakan pada organ mekanik tubuh. Misalnya, jika kita mengalami patah tulang maka tubuh kita tidak akan dapat bekerja sebagaimana harusnya.

Kondisi sakit juga bisa karena kekurangan vitamin atau mineral. Jika kita tidak mendapatkan vitamin D yang cukup dalam tubuh, maka ia tidak akan dapat menggunakan kalsium sehingga kita akan sakit. Orang yang terkena penyakit ini tulangnya akan melemah (akan mudah patah) karena tulang tidak dapat tumbuh dengan baik sepenuhnya. Begitu pun, jika temen-temen tidak cukup memiliki vitamin C, maka kita akan sakit sariawan, yang menyebabkan gusi bengkak dan berdarah. Jika kita tidak cukup zat besi, maka akan terkena anemia, dll.

Selanjutnya, orang sakit juga bisa akibat penurunan fungsi organ tubuh. Dalam beberapa kasus, organ tubuh yang mengalami kerusakan atau lemah. Sebagai misal, penyakit jantung disebabkan oleh penyumbatan saluran darah yang menuju otot jantung, sehingga jantung tidak mendapatkan darah yang cukup. Penyakit liver, disebabkan oleh kerusakan sel-sel liver (salah satu penyebabnya adalah minum-minuman alkohol).

Kondisi sakit juga bisa akibat penyakit turunan genetik. Penyakit ini disebabkan kesalahan dalam pengkodean di dalam tubuh. Kesalahan pengkodean menyebabkan terlalu banyak atau terlalu sedikit protein, dan itu menimbulkan masalah dalam bagian sel tersebut. Sebagai contoh, albino disebabkan kekurangan suatu enzim yang disebut Tyrosin. Enzim yang hilang itu berarti bahwa tubuh tidak dapat membuat melanin, pigmen alami yang menjadikan warna rambut, warna mata dan pencoklatan. Oleh karena kehilangan melanin, orang-orang dengan permasalahan genetik menjadi sangat sensitif dengan sinar ultra violet.

Kodisi sakit juga bisa diakibatkan masuknya bakteri atau virus ke dalam tubuh. Ketika suatu virus atau bakteri menyerang tubuh temen-temen dan berkembangbiak, ia pasti menyebabkan masalah. Secara umum keberadaannya akan menghasilkan beberapa efek samping yang membuat sakit. Sebagai contoh, bakteri penyebab sakit tenggorokan (Streptococcus) mengeluarkan racun yang menyebabkan peradangan dalam tenggorokan. Beberapa bakteri tidak berbahaya atau bermanfaat (misalnya, jutaan bakteri dalam perut yang membantu penyerapan makanan), tetapi banyak juga yang membahayakan jika mereka masuk dalam tubuh atau aliran darah.

Nah.. teman-teman, secara singkat dapat dikatakan kalau sistem daya tahan tubuh kita ini bekerja dengan tiga cara. Pertama, menciptakan penghalang yang mencegah bakteri dan virus masuk ke dalam tubuh. Kedua, jika virus dan bakteri masuk ke dalam tubuh, sistem kekebalan mencoba untuk menghalau dan mengeliminasinya sebelum mereka membuat markas dan berkembang di dalam tubuh. Dan ketiga, jika virus atau bakteri berhasil berkembang dan mulai menyebabkan masalah, sistem kekebalan tubuh kita mulai mengeliminasinya. Untuk itu, biar kita tetap sehat, maka pertahankanlah kondisi daya tahan tubuh kita. (Arda Dinata, berbagi sumber)***

Penulis Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia.

Daun Landep Sebagai Peluruh Kencing

Oleh: Arda Dinata
Email:
arda.dinata@gmail.com

AIR KENCING Anda tidak lancar? Jangan dulu panik. Kenalilah tumbuhan yang satu ini dan nikmati berbagai khasiat yang ditawarkannya. Itulah tumbuhan landep (Barleria prionitis L.). Landep biasa tumbuh di daerah yang beriklim kering. Biasanya tumbuh liar atau ditanam untuk pagar pada daerah yang memiliki dataran rendah sampai 400 meter di atas permukaan laut.

Menurut penelitian, daun landep mengandung saponin, flavonoida, tanin, garam kalium dan silikat. Sedangkan akar mengandung saponin, flavonoida dan polifenol. Dan karena kandungan itulah, barangkali mengapa orang-orang farmasi banyak menggunakan kedua bagian dari tumbuhan landep ini yang dijadikan sebagai bahan baku obat tradisonal dan modern.

Nama tumbuhan landep ini bermacam-macam. Tumbuhan yang berasal dari daratan Asia tropik dan Afrika Selatan ini, di daerah Sumatera dinamakan bunga landak; jarong, kembang landep dan landep di Jawa; dan landhep di Madura.

Tumbuhan ini termasuk perdu. Memiliki tinggi antara 1,5 - 2 meter. Bentuk tanamannya batang berkayu, segi empat, berbuku-buku, berambut, berduri kuat yang terdapat pada ketiak-ketiak daun. Bentuk daunnya merupakan daun tunggal dengan kondisi pada daun muda berambut, letak berhadapan, panjang tangkai daun 4 - 8 milimeter.

Selain itu, helai daunnya jorong sampai lanset atau bundar telur memanjang, ujung meruncing, pangkal meruncing dan menyempit sepanjang tangkai, tepi rata agak berombak, panjang 2 - 28 centimeter, lebar 2 - 6,5 centimeter. Sementara itu bagian pertulangan menyirip, warnanya hijau.

Pada bagian bunga, terlihat bentuk bunga tunggal, simetris dua sisi, di ketiak daun, mahkota bertaju hijau, bentuk elips memanjang, warnanya kuning. Sementara pada buah seperti buah kotak, bulat telur, pipih, ujung agak lancip, keras, terbagi dua, warnanya hijau. Biji bulat telur, pipih mengkilap seperti beludu, warna cokelat. Dan tumbuhan ini dapat diperbanyak dengan biji atau setek batang.

* *

TERNYATA daun landep memiliki beberapa khasiat yang patut dibanggakan. Salah satunya adalah berkhasiat sebagai peluruh kencing (diuretik), tonik, pereda demam (antiperik) dan peluruh dahak. Akar landep berkhasiat sebagai pereda demam (antiperik). Sementara itu, kulit kayunya berkhasiat sebagai peluruh dahak dan peluruh keringat (diaforetik).

Menurut hasil penelitian Trifena Fenny Gowinda (1992), dari Fakultas Farmasi Universitas Widya Mandala, menyebutkan bahwa rebusan daun landep dan daun kumis kucing yang diberikan pada tikus putih menunjukkan kenaikan pengeluaran air kencing secara bermakna. Di antar rebusan daun landep konsentrasi 20%, 40% dan rebusan daun kumis kucing konsentrasi 10%, 40% tidak menunjukkan perbedaan bermakna.

Sementara itu, untuk penyembuhan luka, kurap, panu, rematik, sakit pinggang, sakit kepala, sakit gigi, gusi nyeri dan berdarah, demam, sakit perut, kencing tidak lancar manfaatkan resep berikut ini.

Untuk pemakaian luar daun segar secukupnya digiling halus, seperti untuk pengobatan rematik, nyeri punggung, panu, sakit kepala dan sakit gigi. Sedangkan bagian akar biasanya untuk obat demam, luka, kurap.

Untuk mengatasi kurap dan panu, ambil akar landep secukupnya lalu digiling halus. Tambahkan air perasan satu buah jeruk nipis, lalu diaduk merata sampai seperti bubur. Setelah itu, balurkan pada kurap dan dibalut. Lakukan pergantian dua kali sehari, sampai sembuh.

Untuk menyembuhkan luka, lakukan sebanyak 15 gram akar daun landep dicuci bersih. Tambahkan seperempat sendok teh kapur sirih, lalu tumbuk sampai lumat. Baru setelah itu, siap ramuan tersebut ditempelkan pada luka.

Untuk meredakan dan mengobati sakit gigi, maka kunyahlah daun landep dengan gigi yang sakit. Namun, pada kondisi gusi nyeri dan berdarah, maka caranya adalah daun landep segar dicuci lalu digiling halus. Air perasanya ditambahkan sedikit madu. Lalu campuran ini digunakan untuk memoles gusi yang sakit tersebut.

Untuk menghilangkan rematik, sakit pinggang, dan sakit kepala, lakukan segenggam daun landep segar dicuci lalu digiling halus. Tambahkan air kapur sirih secukupnya sambil diaduk merata sampai menjadi seperti bubur kental. Baru setelah itu, balurkan ke bagian tubuh yang sakit. Dan pada penderita sakit kepala, maka balurkan di keningnya.

Pada penderita demam, sakit perut, dan kencing tidak lancar, maka anda dapat mencobanya dengan cara sebanyak satu genggam daun landep segar dicuci lalu diseduh dengan satu gelas air panas. Setelah airnya dingin kemudian disaring, lalu hasil saringannya diminum.

Akhirnya, walaupun tumbuhan landep ini memiliki berbagai khasiat bagi kesehatan, yang jelas masyarakat mengenal daun landep memiliki bau yang lemah dan rasa agak kelat. Itulah barangkali penyebab mengapa sebagian orang belum memanfaatkan langsung tumbuhan landep ini secara optimal. [Arda Dinata/ berbagai sumber].

Penulis Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia.